Selasa, 12 Maret 2013

Ridho karena Alloh SWT


Firman Allah : “Katakanlah : “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas teerhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Az-Zumar : 53).
            Tidakkah firman Allah ini dapat melapangkan hati, menghilangkan keresahan, dan menghapuskan kegundahan Anda ?.
            Tampak bahwa Allah sengaja mengapa manusia dengan kalimat : Wahai hamba-hamba-Ku.....” Adapun tujuannya, tak lain adalah menyatukan hati para hamba-Nya dan menyentuh perasaan mereka agar mendengarkan ayat tersebut dengan baik. Setelah itu, terlihat bahwa Dia mengkhususkan firman-Nya itu untuk orang-orang yang melampaui batas. Itu dilakukan Allah karena mereka merupakan golongan manusia yang paling banyak melakukan dosa dan kesalahan. Nah, bagaimana dengan kita yang tentu saja sering melakukan dosa dan kesalahan ?
            Dalam ayat tersebut, Allah juga melarang hamba-Nya berputus asa dalam memohon ampunan Allah. Allah mengabarkan pula bahwa Dia akan mengampuni siapa saja yang bertobat kepada-Nya, baik dari dosa-dosa kecil maupun yang besar.
            Tidakkah Anda merasa gembira dan bahagia dengan firman Allah : “Dan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripara Allah ?. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu, sedang mereka mengetahui”. (QS.Ali-Imran : 135).
            Juga firman-Nya : “Dan, barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.An-Nisa : 110).
            Firman-Nya yang lain : “Jika kamu menjauhi disa-dosa besar diantaranya dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahnmu (dosa-dosamu) yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”. (QS.An-Nisa : 31).
            Firman-Nya yang lain : “nSesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS.An-Nisa : 64)).
“Dan, sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orangyang bertaubat, beriman, beramal salih, kemudian tetap di jalan yang benar”. (QS.Thaha : 82).
Tatkala Musa membunuh seseorang maka dia berkata : “Hai Tuhanku, ampunilah aku !”. Maka Dia mengampuninya”. (QS.Al-Qashash : 16).
            Juga firman Allah yang menjelaskan tentang Nabi Daud setelah bertobat dan Allah mengampuninya : “Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya, dia mempunyai kedudukan yang sangat dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik”. (QS.Shad : 25).
Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengasih dan Maha Mulia. Bagaimana tidak, Dia masih menawarkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada orang-orang yang meyakini trinitas. Firman Allah tentang mereka : “Sesungguuhnya kafirlah orang-orang yangmengatakan : Bahwasannya Allah adalah salah satu dari yang tiga. Padahal sekali-kali tidak ada Ilah selain dari Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari aoa yang mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka, mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepaNya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Al-Ma’idah : 73-74).
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw bersabda : “Allah Yang Maha Tinggi berfirman : “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu berdo’a kepada-Ku dan menharapkan-Ku maka Aku akan mengampunimu atas semua dosa yang kamu lakukan, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikata dosa-dosamu itu sampai ke puncak langit kemudian kamu meminta ampunan kepada-Ku dengan dosa yang besarnya seisi bumi seluruhnya, kemudian datang menemui-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan yang lain niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan yang besarnya seisi bumi seluruhnya”.
Dalam sebuah hadits shahih yang lain Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah mendatangkan tanganNya pada malam hari agar orang-orang yang melakukan dosa pada siang hari bertobat dan Dia membentangkan tangan-Nya disiang hari agar orang yang melakukan kesalahan di malam hari bertobat, hingga nanti ketika matahari terbit dari barat”.
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan : “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan dosa dimalam hari, sedangkan Aku mengampuni semua dosa. Maka, mintalah kalian semua ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian”.
Dalam sebuah hadits shahih yang lain disebutkan : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Seandainya kalian tidak melakukan dosa niscaya Allah akan menghilangkan kalian, dan akan mendatangkan kaum yang lain yang melakukan dosa-dosa namun memohon ampunan kepada Allah, yang kemudia Dia akan mengampuni mereka”.
Juga disebutkan dalam hadits shahih yang lain : “Kalian semua adalah orang-orang yang sering melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat”.
Pada kesempatan yang lain Rasulullah juga bersabda : “Allah lebih gembira dengan taubat seorang hambaNya diantara kalian,  yang berada diatas kendaraannya yang telah tersedia makanan dan minuman. Kemudian kendaraannya itu hilang dipadang pasir. Ia mencarinya kesana kemari hingga putus asa, dan ia pun tertidur. Pada saat terbangun, kendaraannya itu sudah berada di dekat kepalanya. Kemudian dia berkata : “Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan Aku adalah Rabb-Mu”. Ia salah mengucapkan karena saking gembiranya”.
Dalam riwayat shahih yang lain Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan sebuah dosa kemudian ia mengucapkan : “Ya Allah, ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau”. Kemudian ia kembali melakukan dosa, dan setelah itu berdoa kembali : “Ya Allah, ampunilah dosaku sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau”. Kemudian kembali melakukan dosa, dan berdoa kembali : “Ya Allah, ampunilah dosaku sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau”. Allah berfirman : “Hamba-Ku tahu bahwa ia memiliki Rabb yang bisa menjatuhkan siksa atas dosa yang dilakukannya dan bisa pula memberikan ampunan terhadap dosa itu. Aka hamba-Ku pun melakukan semuanya”.
Singkatnya, selama hamba itu bertaubat, meminta ampunan dan menyesali perbuatannya, maka Allah akan mengampuninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar