Kesulitan
itu, sebenarnya, akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa
ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu, akan meluruhkan
kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi do’a yang
dipanjatkan oleh orang-orang yang shalih, merupakan sebuah penyerahan diri
kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk
menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar,
merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuhan, dan sebuah sentilan untuk tidak
cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang
tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh kebih besar, dan
kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar