Selasa, 12 Maret 2013

Hadapi dan Nikmatin Kritikan-nya

Sesungguhnya, Anda akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran Anda menghadapi kritikan dan cercaan itu. Dan kritikan mereka itu, pada dasarnya pertanda bahwa Anda memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya, manakala kritikan yang Anda terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga Anda.
            Seorang penyair mengatakan : “Niscaya terhadap orang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki dan tak lain kau jumpai orang-orang yang hina itu di dengki.
            Zuher mengatakan : Mereka selalu didengki karena nikmat yang mereka miliki, padahal Allah tak akan mencabut apa mereka dengki itu.
            Seorang penyair yang lain berkata : Mereka tetap dengki padaku meski aku telah mati, sungguh aneh dariku, kematianku pun mereka dengkikan.
            Penyair yang lain berkata : Aku mengeluh karena kedzaliman pemfitnah, dan tidaklah engkau dapatlan manusia yang punyya kemuliaan melainkan akan selalu diterpa kedengkian.
            Bila Engkai manusia yang mulia, maka engkau kan selalu didengki.
            Namun kala kau miskin tak berharga,  maka mungkin ada yang mendengki.
            Penyair lain berkata : Jika seseorang berhasil mencapai puncak langit kemuliaan maka musuhnya adalah bintang-bintang di langit kedengkian.
            Ia akan dilempar dengan busur-busur atas  semua kebesarannya meski apa yang mereka lakukan tidak akan sampai sasaran.
            Syahdan, ketika Nabi Musa as, memohon kepasa Allah agar Dia mengehentikan kejahatan mulut kaumnya, Allah berfirman : “Wahai Musa, Aku tidak lakukan itu untuk diriKu. Aku menciptakan dan memberi mereka rezeki, namun mereka justru mencela dan mengejek-Ku”.
            Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda : “Allah berfirman : “Anak Adam mencerca kepada-Ku padahal tidak seharusnya ini ia lakukan. Adapun cercaannya kepada-Ku adalah bahwa dia mencerca zaman, padahal Akulah zaman. Aku bolak-balikkan malam dan siang sekehendak-Ku. Sedangkan hinaannya kepada-Ku adalah ia mengatakan bahwa Aku memiliki sahabat wanita dan anak, padahal Aku tidak memiliki sahabat wanita dan anak”.
            Anda tidak akan pernah dapat membungkam mulut manusia untuk tidak melakukan pelecehan terhadap kehormatan Anda. Meski demikian, Anda dapat melakukan kebaikan dan menghindari perkataan dan kritikan mereka.
            Seorang penyair berkata : Aku berjumpa dengan orang bodoh yang mencelaku
            Kutinggalkan ia seraya berkata : “Aku tidak peduli !”.
            Penyair yang lain berkata : Jika orang bodoh bicara jangan kau timpali sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa.
            Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu sesekali dilawan dan ditentang. Atau katakan saja pada mereka.
            Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.
            Pada umunya, orang-orang yang kaya senantiasa dibayangi kegelisahan. Bahkan, ketika harga saham mereka tiba-tiba naik pun, mereka akan tetap gelisah karena cemas dengan nasib saham mereka yang mungkin saja besok akan menurun. Allah berfirman : “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dan mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya dia akan dilempar ke neraka Huthamah”. (QS.Al-Humazah : 1-4).
            Seorang sastrawan Barat mengatakan : “Lakukan apa yang kau pandang benar, dan palingkan punggungmu dari semua kritikan yang tak berharga”.
            Ada beberapa hal yang perlu Anda renungkan dan Anda dicoba : Jangan pernah membalas cercaan atau olok-olok yang melukai hati Anda ! Karena, kesabaranmu dalam menghadapu semua itulah yang akan dengan sendirinya menguburkan semua kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, siam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tangga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.
            Ingat, separuh dari orang yang pernah mencerca atau mengkritik Anda itu akan melupakan cercaan mereka, sepertiganya tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak akan mengerti apa dan mengapa mereka mencerca Anda. Maka dari itu, jangan pernah cercaan mereka kau masukkan hati dan jangan pula berusaha untuk membalas apa yang mereka katakan itu.
            Seorang bijak bestari berkata : “Orang-orang akan sibuk menggunjingku manakala jatah roti mereka berkurang dari jatahku. Dan jika tak ada seorang pun dari mereka yang kehausan, maka mereka tak akan pernah mengusik kematianku dan kematianmu”.
            Rumah yang senantiasa tentram meskipun hanya ada sepotong roti di dalamnya, adalah lebih baik dari sebuah rumah yang penuh dengan makanan lezat tetapi tak pernah lekang dari kegaduhan dan sumpah serapah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar